Mandalika, IMT | Curah hujan ekstrem yang mengguyur Lombok bagian selatan sejak Selasa (24/2) memicu banjir di sejumlah titik di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Menyikapi peristiwa tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara komprehensif berbasis tata kelola hulu–hilir, serta tidak disederhanakan pada satu faktor tunggal.
Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik menyampaikan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak peristiwa hidrometeorologi akibat hujan berintensitas sangat tinggi, yang diperparah oleh kondisi daerah tangkapan air di wilayah hulu di luar kawasan KEK Mandalika. Limpasan air dan sedimentasi dari area tersebut meningkatkan debit aliran menuju wilayah hilir, termasuk area sekitar KEK Mandalika.
“Pemprov NTB menekankan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi bersama lintas sektor. Pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta pemerintah kabupaten/kota akan mendorong terbangunnya sistem mitigasi bencana yang terpadu dan terkonsolidasi secara permanen, dengan integrasi pengelolaan daerah tangkapan air, tata air kawasan, serta pengendalian perubahan kontur lahan.” ujar Dr. Aka melalui rilis yang diterima Sirkulasi pada Jumat (27/2/2026).
Selain penguatan infrastruktur, Pemprov NTB juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang melalui perlindungan kawasan hulu dan penataan sistem aliran air yang jelas. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meminimalkan risiko banjir di masa mendatang sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan pariwisata unggulan daerah.
Kepada para wisatawan dan masyarakat, Pemprov NTB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut. Pemerintah menilai bahwa meskipun faktor alam tidak dapat dihindari, penguatan langkah antisipatif secara menyeluruh tetap menjadi prioritas bersama.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengembang dan pengelola KEK Mandalika menegaskan bahwa kawasan yang dikelolanya telah dilengkapi sistem mitigasi hidrometeorologi, termasuk drainase terintegrasi, kolam retensi, konsep eco-drainage, serta SOP tanggap darurat banjir. Seluruh pembangunan di dalam kawasan dilaksanakan sesuai kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan – Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL–RPL), dan melalui mekanisme Design Committee yang melibatkan unsur pemerintah serta akademisi guna memastikan tata kelola lingkungan yang ketat.
Immigration News
